Kemenag Sleman News â Sebanyak 27 siswa madrasah dari jenjang MI, MTs, dan MA yang berada di wilayah Depok menerima santunan pendidikan dari Baznas Kabupaten Sleman dengan total bantuan sebesar Rp8 juta. Pentasyarufan bantuan tersebut dilaksanakan dalam kegiatan Turun ke Bawah (Turba) Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman yang digelar di MTsN 9 Sleman, Rabu (17/6/2026).
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman H. Nadhif selaku Penasehat DWP didampingi Ketua DWP Ultafiyah Nadhif menyerahkan santunan secara langsung kepada para penerima manfaat. Dalam sambutan dan arahannya, Nadhif menyampaikan bahwa bantuan pendidikan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan pendidikan para siswa.
âMomentum ini menjadi wujud kepedulian DWP terhadap keberlangsungan pendidikan sekaligus sebagai motivasi agar para siswa semakin semangat dalam belajar dan meraih prestasi,â ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Nadhif juga menyampaikan apresiasi atas berbagai capaian yang telah diraih siswa madrasah. Ia berharap datangnya Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H dapat menjadi semangat baru bagi seluruh peserta didik untuk meningkatkan prestasi dan mengembangkan potensi diri.
Selain itu, Nadhif turut mengenalkan program SAPA SPONTAN sebagai salah satu upaya mendukung pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Menurutnya, istilah tersebut menggantikan istilah sidak yang selama ini berkonotasi negatif.
âDulu istilahnya sidak, sehingga perlu diganti dengan istilah yang lebih positif. SAPA SPONTAN menjadi sarana silaturahmi, pembinaan pegawai, berbagi pengalaman, serta pemberian reward dan punishment. Harapannya, pegawai semakin termotivasi untuk disiplin dan meningkatkan kinerjanya,â jelasnya.
Mengusung tema âEkoteologi: dari Bahan Alami hingga Limbah, Membangun Jiwa Kreatif dan Peduli Lingkunganâ, kegiatan Turba juga menjadi media penguatan kepedulian terhadap lingkungan hidup. Nadhif mengajak seluruh warga madrasah untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian dari implementasi program Ekoteologi yang menjadi salah satu prioritas Kementerian Agama.
Sementara itu, Kepala MTsN 9 Sleman, Siti Djuwariyah, menyampaikan komitmen madrasah dalam mendukung program Ekoteologi. Berbagai inovasi telah dilakukan, salah satunya melalui penguatan budaya peduli lingkungan yang mengantarkan MTsN 9 Sleman meraih Predikat Adiwiyata Berdampak Ketahanan Pangan.
Sebagai bentuk aktualisasi program tersebut, MTsN 9 Sleman menampilkan beragam karya dan praktik ramah lingkungan pada akhir kegiatan. Di antaranya fashion show dengan kostum berbahan daur ulang, pengolahan limbah makanan menjadi pupuk organik, pemanfaatan galon bekas menjadi pot estetik, serta berbagai inovasi kreatif lainnya yang menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mengembangkan kreativitas siswa.
Kegiatan Turba DWP Kemenag Sleman ini tidak hanya memperkuat kepedulian sosial melalui santunan pendidikan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan karakter, penguatan budaya kerja, serta pengembangan kesadaran lingkungan di lingkungan madrasah. (tnf)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.