Kemenag Sleman News â Komitmen menghadirkan layanan keagamaan yang berdampak nyata terus diteguhkan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman melalui penguatan Program Sleman Religi, khususnya Tuntas Belajar Al-Qurâan (TBQ). Upaya ini diwujudkan melalui Rapat Koordinasi lintas sektor dengan lokus Kapanewon Ngemplak dan Depok yang digelar di SD Negeri Ngemplak 1, Senin (27/4/2026).
Kegiatan ini dihadiri Pengawas Satuan Pendidikan, Kepala SD Negeri yang tergabung dalam K3S, Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI), serta Penyuluh Agama Islam dari KUA Depok dan Ngemplak. Kolaborasi ini menjadi bukti konkret penguatan ekosistem layanan keagamaan yang selaras dengan nilai Asta Protas Kemenag RI, khususnya pada penguatan moderasi beragama dan peningkatan kualitas layanan pendidikan keagamaan yang inklusif dan berdampak.
Korwil Ngemplak Sri Maryanti bersama Kepala KUA Depok, Abu Hanifah, dalam sambutannya menegaskan kesiapan penuh jajaran KUA dan penyuluh untuk menjadi bagian integral dalam penguatan TBQ di sekolah. Sekolah diposisikan sebagai pokbin (kelompok binaan) penyuluh, sehingga pembinaan keagamaan dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.
âSinergi ini menjadi kekuatan utama. Penyuluh siap hadir mendampingi sekolah untuk memastikan program TBQ berjalan optimal,â tegas Abu Hanifah.
Sementara itu, Kasi Pendidikan Agama Islam, Ali Afandi, memaparkan langkah konkret implementasi TBQ di lingkungan sekolah dasar. Ia menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat ditentukan oleh peran aktif penyuluh sebagai garda terdepan pendampingan.
âPenyuluh tidak hanya mendampingi, tetapi menjadi penggerak kualitasâmulai dari membimbing hingga mengevaluasi kemampuan baca Al-Qurâan siswa secara berkelanjutan,â ungkap Ali Afandi.

Dalam skema penguatan tersebut, penyuluh mengambil peran strategis sebagai kolaborator bersama GPAI dalam menyukseskan TBQ, khususnya dalam menyiapkan siswa kelas 5 dan 6 mengikuti seleksi Wisuda TBQ Kabupaten Sleman. Selain itu, penyuluh juga berperan sebagai mentor dalam membimbing kesiapan siswa, fasilitator dalam meningkatkan kompetensi baca Al-Qurâan, serta evaluator yang menilai progres kemampuan siswa secara terukur.
Langkah terintegrasi ini menjadi cerminan kuat komitmen Kemenag Sleman dalam menyukseskan Sleman Religi melalui penguatan literasi Al-Qurâan sejak dini. Dengan sinergi yang terus diperkuat, Kemenag Sleman optimistis program TBQ tidak hanya tuntas secara kuantitas, tetapi juga berkualitas, melahirkan generasi Qurâani yang unggul dan berakhlak mulia.(isa)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.