Kemenag Sleman News â Komitmen menghadirkan tata kelola madrasah yang profesional, bersih, dan berorientasi pelayanan terus diperkuat Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman melalui Rapat Pimpinan Madrasah di MTsN 9 Sleman, Rabu (13/5/2026).
Kegiatan ini dihadiri Kepala Subbag TU Kankemenag Sleman H. Sangaji didampingi Plt Kasi Pendidikan Madrasah Tri Wahyuni, pengawas madrasah serta kepala dan Ka TU madrasah negeri jenjang MI hingga MA se-Kabupaten Sleman. Selain menjadi ajang koordinasi dan evaluasi, forum tersebut juga dimanfaatkan untuk memperkuat pembangunan Zona Integritas (ZI) di lingkungan madrasah.
Dalam sambutannya, Siti Juwariyah menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada MTsN 9 Sleman sebagai tuan rumah. Ia berharap pertemuan itu mampu melahirkan gagasan dan langkah terbaik bagi kemajuan madrasah di Sleman.
Sementara itu, H. Sangaji menyampaikan terimakasih kepada seluruh satuan kerja yang telah berupaya maksimal menghadapi penilaian Zona Integritas oleh Tim Penilai Internal (TPI) Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI. Menurutnya, penguatan ZI tidak hanya berhenti pada kelengkapan administrasi, tetapi harus hadir dalam budaya kerja, kualitas layanan, hingga integritas ASN.
âZona integritas bukan sekadar tertib dokumen. Nilainya harus terlihat dalam etika pelayanan, budaya kerja, dan sikap integritas seluruh ASN,â tegas Sangaji.
Sangaji juga mengingatkan pentingnya pengawasan disiplin dan kinerja ASN untuk membangun birokrasi yang akuntabel. Selain itu, ia menyoroti penataan pengajuan Satyalencana serta penguatan etika ASN di tengah hadirnya generasi PPPK dan CPNS baru agar tetap selaras dengan budaya kerja Kementerian Agama yang profesional dan berintegritas.
Pada kesempatan yang sama, Tri Wahyuni mengajak seluruh madrasah untuk terus mendukung pembangunan Zona Integritas melalui program unggulan Kemenag Sleman, yakni Sapa Spontan Kemenag Sleman dan Mas Santri (Masyarakat Sadar Anti Gratifikasi).
âProgram Sapa Spontan dan Mas Santri (Masyarakat Sadar Anti Gratifikasi) menjadi upaya bersama membangun budaya pelayanan yang ramah, cepat, dan memperkuat kesadaran anti gratifikasi di lingkungan madrasah maupun kantor,â ujar Tri Wahyuni.
Melalui forum tersebut, Kemenag Sleman kembali menegaskan komitmennya menghadirkan madrasah yang unggul, berprestasi, dan berintegritas. Semangat kolaborasi yang dibangun diharapkan semakin memperkuat budaya kerja profesional serta mendukung reformasi birokrasi yang berdampak dan terpercaya sejalan dengan nilai-nilai Asta Protas Kementerian Agama RI.(isa)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.