Kemenag Sleman News (MAN 1 Sleman) â MAN 1 Sleman menjalani proses pendampingan akreditasi yang dihadiri oleh empat pengawas pendamping dari Kantor kementerian Agama Kabupaten Sleman, pada Kamis (5/9/2024). Kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan madrasah menghadapi penilaian akreditasi serta memastikan bahwa semua komponen penilaian telah dipenuhi dengan baik.

Para pengawas yang hadir terdiri dari Dra. Ida Uswatun Hasanah, yang bertanggung jawab memeriksa Komponen 1 dan melakukan visitasi kelas; Tri Wahyuni, S.Pd., yang memeriksa Komponen 2; Drs. Mujiyono, M.Pd.I., yang mengecek Komponen 3; serta Nur Wahyudin Al Aziz, S.Pd., M.Pd., yang melakukan wawancara dengan komite, orang tua/wali, dan siswa. Selama proses pendampingan, para pengawas memberikan berbagai masukan dan rekomendasi untuk perbaikan.
Setelah proses pendampingan dan pengecekan, dilaksanakan sesi refleksi di aula MAN 1 Sleman yang dihadiri oleh seluruh guru dan pegawai. Kegiatan ini menjadi momen penting untuk mendiskusikan hasil pendampingan dan menyusun rencana perbaikan berdasarkan masukan yang diberikan oleh para pengawas.
Mengawali sesi refleksi, Mujiyono mengungkapkan bahwa dokumen untuk setiap komponen sudah lengkap. “Dokumen yang dipersiapkan oleh madrasah sudah lengkap, tetapi kami memberikan beberapa rekomendasi perbaikan agar semua komponen dapat memenuhi standar akreditasi dengan lebih baik,” jelasnya. Selanjutnya, Ida menyampaikan hasil visitasinya dalam pembelajaran di kelas. “Lingkungan belajar sudah memenuhi standar, namun ada beberapa aspek yang perlu diperbaiki untuk lebih mendukung proses belajar mengajar,” tambahnya.
Sementara itu, Ida Uswatun Khasanah menekankan perlunya variasi dalam metode pembelajaran. “Dari hasil pemeriksaan RPP dab modul ajar, terlihat bahwa metode pembelajaran yang diterapkan masih perlu dikembangkan lebih variatif,” terangnya.
Selanjutnya Tri Wahyuni memberi masukan tentang program pengembangan diri guru. âProgram pengembangan diri bagi guru dimulai dari proses supervise, refleksi dan rekomendasi terhadap pembelajaran yang dilakukan guru. Jadi harus ada benang merah dari kegiatan-kegiatan tersebut,â jelasnya.
Menutup kegiatan refleksi, Aziz menyampaikan rekomendasi terkait hasil wawancara. “Hasil wawancara dengan siswa menunjukkan beberapa ketidaksesuaian dalam pemahaman mereka tentang kebijakan madrasah. Perlu ada upaya lebih untuk menyamakan persepsi dan meningkatkan komunikasi dengan siswa,” ujarnya. Dengan adanya pendampingan ini, MAN 1 Sleman diharapkan dapat melakukan perbaikan yang diperlukan dan mempersiapkan diri dengan baik untuk proses akreditasi pada tanggal 19-20 September mendatang. (lis/ptn)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.