Kemenag Sleman News (MAN 5 Sleman) – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-29 pada hari Jumat (26/6/2026) MAN 5 Sleman menggelar aksi nyata peduli lingkungan melalui praktik baik Adiwiyata dan implementasi konsep ekoteologi. Madrasah yang terletak di Kapanewon Tempel ini melakukan penanaman belasan pohon di lingkungan sekolah sebagai simbol keberlanjutan dan kelestarian alam. Berbagai jenis pohon ditanam dalam aksi ini, di antaranya adalah pohon pule, pucuk merah, serta aneka pohon buah-buahan. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk mempercantik dan merindangkan madrasah, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab iman dalam menjaga bumi.

Aksi penghijauan ini mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak. Sejumlah pejabat dari Kanwil Kemenag DIY, Kemenag Sleman, hingga unsur pimpinan tingkat kapanewon turut hadir dan ikut serta mencangkul tanah untuk menanam bibit pohon. Di antara para hadirin yang ikut menanam adalah Ketua Tim 3 Sarana dan Prasarana Bidang Dikmad Kanwil Kemenag DIY, Kepala Kantor Kemenag Sleman, Pengawas Madrasah, dan Plt Kasie Dikmad Kantor Kemenag Sleman. Turut serta pula Panewu Kapanewon Tempel, Danramil, Kepala KUA Tempel, Kapolsek, Kepala Madrasah, Kepala TU, serta beberapa tamu hadirin lainnya.

Kepala MAN 5 Sleman, Mucharom S.Ag., M.S.I., memberikan tanggapan langsung mengenai esensi dari kegiatan ini. “Penanaman pohon ini bukan sekadar seremonial ulang tahun. Ini adalah praktik baik Adiwiyata sekaligus pengejawantahan dari ekoteologi, di mana kita mengintegrasikan nilai-nilai spiritual keagamaan dengan pelestarian alam. Kami ingin mengajarkan kepada siswa bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari ibadah,” ujarnya.

Beliau juga menambahkan harapan jangka panjang dari aksi hijau tersebut. “Dengan menanam pohon pule, pucuk merah, dan pohon buah ini, kita sedang berinvestasi untuk masa depan. Udara yang lebih bersih, lingkungan yang asri, dan buah yang nantinya bisa dinikmati adalah warisan kebaikan untuk generasi mendatang di MAN 5 Sleman,” kata Mucharom. Melalui gerakan ini, MAN 5 Sleman membuktikan bahwa pendidikan tidak hanya fokus pada aspek akademis di dalam kelas, melainkan juga menumbuhkan karakter peduli lingkungan yang berakar pada nilai-nilai ketuhanan. (MS)