Kemenag Sleman News — Semangat transformasi madrasah mewarnai Milad ke-29 MAN 5 Sleman bertema “Mengubah Potensi Menjadi Prestasi”. Momentum ini menjadi penguat budaya prestasi, kepedulian lingkungan, dan peningkatan mutu layanan pendidikan melalui peluncuran berbagai program strategis, Jumat (26/6/2026).

Kegiatan dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman H. Nadhif beserta jajaran Kankemenag Sleman, Kanwil Kemenag DIY, Forkopimkap Tempel, Komite Madrasah, kepala madrasah, guru, tenaga kependidikan, dan perwakilan peserta didik.

Peringatan milad ditandai dengan peluncuran Sasana Krida Wiyata, peresmian fasilitas pembelajaran, pengukuhan Kader Ekoteologi dan Adiwiyata, serta aksi penanaman pohon. MAN 5 Sleman juga memperkuat komitmen pelestarian lingkungan melalui pemanfaatan limbah air wudhu untuk budidaya ikan sebagai implementasi nilai-nilai ekoteologi.

Kepala MAN 5 Sleman, Mucharom, mengapresiasi dukungan Komite Madrasah dalam pengembangan sarana dan prasarana. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi modal penting untuk mewujudkan madrasah yang unggul dan berdaya saing.

Milad ke-29 ini kami jadikan titik tolak untuk terus mengubah potensi menjadi prestasi. Dukungan Komite Madrasah menjadi energi besar bagi kami untuk menghadirkan layanan pendidikan yang semakin berkualitas sekaligus menanamkan budaya ekoteologi kepada seluruh warga madrasah,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman H. Nadhif mengucapkan selamat Milad ke-29 kepada keluarga besar MAN 5 Sleman serta mengapresiasi berbagai inovasi yang telah diwujudkan. Ia menegaskan, milad harus menjadi momentum hijrah menuju madrasah yang semakin maju, terlebih bertepatan dengan Tahun Baru Muharam 1448 Hijriah.

Kakankemenag mengajak seluruh warga madrasah memperkuat kolaborasi melalui semangat pentahelix, mempertahankan tradisi prestasi, mengimplementasikan ekoteologi sebagai bagian dari ibadah, serta membudayakan Zona Integritas untuk mewujudkan layanan pendidikan yang profesional, bersih, dan melayani.

“Milad harus menjadi momentum hijrah menuju madrasah yang semakin berdampak. Prestasi harus terus ditingkatkan, kolaborasi diperkuat, ekoteologi diwujudkan dalam aksi nyata, dan pembangunan Zona Integritas harus menjadi budaya kerja seluruh warga madrasah,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi sinergi Komite MAN 5 Sleman dalam pengembangan sarana prasarana sebagai investasi jangka panjang bagi peningkatan mutu layanan pendidikan. Melalui peluncuran Sasana Krida Wiyata dan pengukuhan Kader Ekoteologi, MAN 5 Sleman semakin meneguhkan komitmennya sebagai madrasah berprestasi, peduli lingkungan, berintegritas, dan berdampak bagi masyarakat.