Kemenag Sleman News — Semangat mengabdi dalam membangun generasi Qur’ani mewarnai peringatan Hari Amal Bakti MTsN 8 Sleman yang dirangkai dengan Wisuda Tahfidz. Mengusung tema “Mengabdi, Membangun Sinergi Mengukir Prestasi”, kegiatan ini menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen peningkatan mutu pendidikan madrasah, Kamis (30/4/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman H. Nadhif, didampingi Plt Kasi Pendidikan Madrasah, Pengawas Pembina, Kepala KUA Prambanan, unsur Forkopimka Kapanewon, serta seluruh civitas akademika MTsN 8 Sleman.

Kepala MTsN 8 Sleman, Agus Sholeh, menyampaikan apresiasi atas kekompakan seluruh keluarga besar madrasah dalam mendorong kemajuan lembaga. Ia menegaskan bahwa berbagai capaian yang diraih merupakan hasil sinergi yang terjaga dengan baik.

“Alhamdulillah, tahun ini prestasi akademik dan nonakademik meningkat. Sebanyak 80 siswa diwisuda tahfidz dengan capaian 2 hingga 5 juz. Ini buah kebersamaan yang akan terus kita tingkatkan agar madrasah semakin dipercaya masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, mutu pendidikan tidak hanya diukur dari akademik, tetapi juga penguatan karakter dan tahfidz Al-Qur’an sebagai keunggulan madrasah. Sebagai madrasah berciri khas batik, MTsN 8 Sleman juga terus menorehkan prestasi hingga tingkat nasional.

Sementara itu, Kakankemenag Sleman H. Nadhif mengajak seluruh hadirin menjadikan Hari Amal Bakti sebagai ruang muhasabah sekaligus pijakan merancang masa depan. Mengutip QS. Al-Hasyr ayat 18, ia menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan terhadap kinerja dan capaian lembaga.

“Hari ini adalah momentum untuk menilai apa yang telah kita lakukan dan merancang langkah ke depan agar lebih berdampak,” tegasnya.

Ia mengapresiasi capaian MTsN 8 Sleman yang semakin progresif, baik akademik maupun tahfidz, selaras dengan nilai Asta Protas dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif dan berdampak.

Lebih lanjut, Nadhif mengajak seluruh elemen madrasah untuk terus bersinergi menyukseskan Program Sleman Religi melalui gerakan Tahfidz Berkhidmat.

“Tahfidz tidak berhenti pada hafalan, tetapi harus berkhidmat dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.

Kegiatan ini menegaskan komitmen Kemenag Sleman dalam meningkatkan mutu pendidikan madrasah secara berkelanjutan, guna melahirkan generasi berprestasi dan berdampak bagi masyarakat. (isa)