SLEMAN â Guna mematangkan arah dan mutu pendidikan menyambut tahun ajaran baru, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 5 Sleman sukses menggelar agenda krusial yakni Uji Publik Dokumen Kurikulum MAN 5 Slemanâyang akrab disebut Kurmavesaâuntuk Tahun Ajaran 2026/2027. Kegiatan ini berlangsung khidmat pada Jumat (5/6/2026) siang, bertempat di Aula MAN 5 Sleman.
Dimulai tepat pukul 13.00 hingga 16.00 WIB, forum ilmiah ini menghadirkan empat narasumber berkompeten di bidang pendidikan madrasah untuk membedah, mengkritisi, serta memberikan masukan konstruktif terhadap dokumen Kurmavesa.
Hadir sebagai pembedah utama, Widyaiswara Balai Diklat Keagamaan Semarang, Dr. Hj. Nurul Kamilati, M.Pd., M.Ed.; Pengawas Madrasah Kemenag Sleman, Dra. Hj. Ida Uswatun Hasanah, M.Pd.; serta Plt. Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasidikmad) Kemenag Sleman, Tri Wahyuni, S.Pd. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala MAN 5 Sleman, Mucharom, S.Ag., M.Si.
Dalam sambutannya, Kepala MAN 5 Sleman, Mucharom, S.Ag., M.Si., menekankan pentingnya uji publik ini sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas madrasah dalam menyusun panduan pembelajaran yang adaptif. Ia berharap masukan dari para pakar dapat menyempurnakan Kurmavesa agar mampu menjawab tantangan zaman dan kebutuhan peserta didik.
Sesi bedah dokumen berlangsung dinamis. Widyaiswara BDK Semarang, Dr. Hj. Nurul Kamilati, M.Pd., M.Ed., dalam paparannya memberikan apresiasi tinggi terhadap draf dokumen yang telah disusun oleh tim pengembang kurikulum MAN 5 Sleman. Ia menyatakan bahwa secara administratif dan substantif, dokumen kurikulum MAN 5 Sleman ini sudah sesuai dengan regulasi dan sasarannya. Meski demikian, ia tetap memberikan beberapa catatan teknis agar implementasinya di kelas dapat berjalan lebih optimal.
Pandangan mendalam disampaikan oleh Dra. Hj. Ida Uswatun Hasanah, M.Pd. Pengawas Madrasah Kemenag Sleman ini mengingatkan seluruh guru dan civitas akademika bahwa kurikulum tidak boleh sekadar menjadi tumpukan kertas dokumen di atas meja. Menurutnya, kurikulum itu bukan benda mati. Jangan sampai setelah disahkan, ia hanya disimpan. Kurikulum adalah kompas yang bergerak dinamis dan menuntun arah ke mana madrasah ini akan dibawa.
Senada dengan hal tersebut, Plt. Kasidikmad Kemenag Sleman, Tri Wahyuni, S.Pd., juga menitipkan pesan mendasar bagi keberlangsungan mutu pendidikan di MAN 5 Sleman. Ia menekankan aspek spiritual dan aplikatif dari dokumen Kurmavesa tersebut dengan berpesan agar menjadikan kurikulum ini sebagai kompas kehidupan di madrasah. Kurikulum harus mampu menghidupkan karakter, mengawal kultur positif, dan menjadi ruh dari setiap aktivitas belajar mengajar sehari-hari.
Uji publik ini diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara tim pengembang kurikulum madrasah dengan para narasumber. Masukan, saran, serta kritikan yang didapatkan dari forum ini selanjutnya akan langsung diintegrasikan untuk memfinalisasi dokumen Kurmavesa TA 2026/2027 sebelum disahkan secara resmi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.