Sleman (Kankemenag News) — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman menggelar acara Tasyakuran dan Mangayubagya Kepulangan Petugas dan Jemaah Haji Kabupaten Sleman Tahun 2026 pada Senin (8/6/2026) di Twens Resto. Kegiatan ini menjadi wujud rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan tugas pelayanan ibadah haji sekaligus sarana berbagi pengalaman dan penguatan komitmen pelayanan kepada masyarakat.

Acara dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman H. Nadhif, S.Ag., M.S.I., Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Sleman, Kasubbag Tata Usaha, Kepala Seksi dan Penyelenggara, Pengawas Pendidikan Agama, dan Pengawas Madrasah, serta jajaran ASN di lingkungan Kankemenag Sleman.

Dalam sambutan dan arahannya, Kepala Kankemenag Sleman H. Nadhif menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas haji yang telah mengemban amanah dengan baik pada penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan haji di masa transisi kelembagaan merupakan sebuah prestasi yang patut disyukuri.

“Walaupun penyelenggaraan ibadah haji kini menjadi kewenangan Kementerian Haji dan Umrah, masih terdapat ASN Kementerian Agama yang terlibat sebagai petugas haji, baik di tingkat pusat maupun daerah. Ini menunjukkan bahwa semangat pengabdian dan pelayanan kepada jemaah tetap menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari tugas kita,” ujarnya.

Nadhif menilai penyelenggaraan haji tahun 2026 menjadi pengalaman berharga karena berlangsung pada masa awal keberadaan kementerian baru yang menangani urusan haji. Namun demikian, seluruh proses dapat berjalan dengan baik dan lancar berkat sinergi berbagai pihak.

Lebih lanjut, Nadhif menegaskan bahwa meskipun kewenangan penyelenggaraan ibadah haji telah beralih, Kementerian Agama tetap memiliki tanggung jawab dalam membangun kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai ibadah haji.

“Penyuluh agama, guru Pendidikan Agama Islam, pengawas, maupun seluruh jajaran Kementerian Agama masih memiliki tugas memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat tentang rukun Islam kelima. Kesadaran, pengetahuan, dan pemahaman tentang haji tetap menjadi bagian dari tugas pembinaan yang harus kita jalankan,” tegasnya.

Ia juga berharap pengalaman yang diperoleh para petugas selama kurang lebih 40 hari mendampingi jemaah dapat menjadi bekal berharga untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan pembinaan umat di masa mendatang.

“Pengalaman yang didapatkan selama bertugas hendaknya dapat dibagikan kepada masyarakat dan menjadi pembelajaran bersama. Semoga seluruh pengabdian yang telah dilakukan menjadi amal ibadah yang diterima Allah SWT dan memberikan manfaat yang luas bagi umat,” pungkasnya.

Melalui kegiatan tasyakuran dan mangayubagya ini, Kankemenag Sleman berharap semangat pelayanan, pengabdian, dan pembinaan umat terus terjaga, sekaligus mempererat kebersamaan seluruh ASN dalam mendukung pembangunan kehidupan beragama yang semakin baik di Kabupaten Sleman. (dpj)