Kemenag Sleman News (MAN 2 Slm) â Upaya penguatan tata kelola anggaran di lingkungan madrasah terus dilakukan. Salah satunya melalui kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) interkoneksi belanja pegawai yang dilaksanakan Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) di MAN 2 Sleman, Senin (8/6/2026).
Kegiatan yang digelar oleh Direktorat Anggaran Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan tersebut merupakan tindak lanjut Surat Tugas Nomor ST-203/AG.4/2026 tanggal 5 Juni 2026 tentang pendampingan interkoneksi belanja pegawai di lingkungan Kementerian Agama.
Dalam pelaksanaannya, tim DJA yang terdiri dari pejabat dan analis bidang keuangan negara, perencanaan, serta penganggaran hadir memberikan pendampingan teknis kepada jajaran madrasah. Tim tersebut beranggotakan Istiyanti, Rida Arum Kartika, Aran Suwondo, Jhon Nevry Damanik, Wawan Setiawan, Eko Sudaryono, Asrukhil Imro, dan Freddy Apriady.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan melibatkan Kepala Tata Usaha beserta staf MAN 2 Sleman. Berbagai pembahasan teknis terkait pengelolaan dan integrasi belanja pegawai dilakukan guna memastikan proses berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Kepala MAN 2 Sleman, H. Wiranto Prasetyahadi, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan tim DJA. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan manfaat besar dalam meningkatkan pemahaman pengelolaan anggaran yang lebih tertib dan akuntabel.

âKegiatan ini sangat membantu kami, khususnya dalam memahami aspek teknis pengelolaan anggaran agar lebih tepat, transparan, dan sesuai regulasi,â ungkapnya.
Melalui monitoring dan evaluasi ini, DJA berharap sistem interkoneksi belanja pegawai di lingkungan madrasah dapat semakin optimal, akurat, dan terintegrasi. Selain itu, hasil kegiatan juga akan menjadi bahan evaluasi untuk peningkatan kualitas tata kelola anggaran ke depan.
Sebagai bentuk komitmen, DJA terus mendorong terciptanya pengelolaan keuangan negara yang profesional, transparan, dan berintegritas di seluruh satuan kerja Kementerian Agama. (tiq/dpj)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.