Kemenag Sleman News — Komitmen membangun pelayanan keagamaan yang kolaboratif dan humanis kembali ditegaskan dalam kegiatan Doa Bersama Bagi Jamaah Haji Sleman yang digelar di Rumah Dinas Bupati Sleman, Selasa (26/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi simbol sinergi Kemenag Sleman, Pemkab Sleman, instansi vertikal, tokoh agama, dan masyarakat dalam mendukung sukses haji 2026 serta program Sleman Religi.

Hadir dalam kegiatan itu Forkopimkab Sleman, pejabat Pemkab, pimpinan instansi vertikal, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Sleman, serta tokoh agama dari NU, Muhammadiyah, dan organisasi keagamaan lainnya.

Mewakili Bupati Sleman sekaligus membuka kegiatan, Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Susmiyarta menyampaikan bahwa doa bersama ini merupakan bentuk ikhtiar spiritual sekaligus rasa syukur atas limpahan rahmat Allah SWT bagi masyarakat Sleman dan seluruh jamaah haji Indonesia.

“Melalui doa bersama ini, kami berharap seluruh jamaah haji diberikan kesehatan, keselamatan, kelancaran saat wukuf hingga kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur,” ujar Susmiyarta.

Dalam laporan panitia, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Sleman mengapresiasi sinergi Kemenag, Pemkab Sleman, dan seluruh pihak sehingga keberangkatan tujuh kloter jamaah haji melalui Embarkasi YIA berjalan lancar. Tahun ini, sebanyak 1.516 jamaah asal Sleman diberangkatkan dengan jamaah tertua berusia 97 tahun dan termuda 19 tahun. Kepulangan jamaah dijadwalkan mulai tanggal anggal 2 sd 7 Juni 2026 dan 26, 28 serta 29 Juni 2026, melalui Bandara Yogyakarta Internasional Airport (YIA) Kulonprogo. Selain itu, diinformasikan satu jamaah dari Kloter 5 YIA wafat.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Sleman H. Nadhif mengapresiasi kegiatan doa bersama sebagai wujud kepedulian dan penguatan ukhuwah dalam mendoakan keselamatan jamaah haji.

“Sinergi Kemenag, Pemkab Sleman, tokoh agama, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kekuatan besar dalam menghadirkan layanan keagamaan bagi umat,” ujar Nadhif.

Dalam tausiyahnya, Nadhif juga mengenalkan program Sahidin (Sadar Haji Sejak Dini) sebagai strategi membangun kesadaran berhaji sejak usia muda guna mengantisipasi panjangnya masa tunggu dan tingginya jamaah lanjut usia.

Forum tersebut juga menjadi sarana penguatan program Sleman Religi melalui pendidikan karakter dan gerakan cinta masjid bagi generasi muda. Pesan ini sejalan dengan semangat Asta Protas Kemenag RI dalam memperkuat kerukunan dan layanan keagamaan yang humanis.

Doa bersama dipimpin Ketua MUI Kabupaten Sleman KH Ahmad Fatah dan ditutup dengan shalat berjamaah serta buka puasa bersama. (isa)