Kemenag Sleman News (MAN 3 Sleman) â Suasana haru sekaligus bangga menyelimuti gedung Grha Sabha Pramana Universitas Gadjah Mada pada Kamis (7/5/2026). MAN 3 Sleman menggelar prosesi akhirussanah pelepasan siswa kelas XII sekaligus santri pondok pesantren Muntasyirul Ulum tahun ajaran 2025/2026.
Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman,Nadhifyang hadir untuk memberikan sambutan serta apresiasi kepada para wisudawan yang telah menyelesaikan masa studinya.
Dalam sambutannya, Nadhif menekankan bahwa keberhasilan yang diraih para siswa hari ini bukanlah akhir, melainkan gerbang menuju tantangan yang lebih besar. Ia menggarisbawahi pentingnya tema âMan Jadda Wajadaâ (Barangsiapa bersungguh-sungguh, maka dia akan berhasil) sebagai fondasi meraih cita-cita.
âTidak ada prestasi yang diraih tanpa adanya kesungguhan. Kita sukses di dunia pendidikan, menjadi politikus, atau profesi apa pun, kuncinya adalah kesungguhan,â tegas Nadhif di hadapan ratusan wisudawan.

Lebih lanjut, Kakan Kemenag Sleman tersebut membagikan tiga poin krusial yang harus dipegang teguh oleh para lulusan MAN 3 Sleman dan santri Muntasyirul Ulum dalam menatap masa depan. Pertama, komitmen dan kesungguhan. Kedua, ikhtiar dan usaha.Terakhir, ilmu terus haus akan pengetahuan karena ilmu adalah bekal utama kehidupan.
Nadhif juga mengingatkan bahwa momen perpisahan atau akhirussanah ini jangan dimaknai sebagai titik berhenti dalam menuntut ilmu. Ia berharap para lulusan tetap membawa semangat pesantren dan madrasah ke mana pun mereka melangkah.
âAkhirussanah bukan akhir segalanya, tapi kalian dituntut untuk bersungguh-sungguh terus melakukan pembelajaran. Saya yakin, dengan bekal ilmu dan karakter dari madrasah ini, anak-anak sekalian akan mendapatkan kesuksesan di dunia dan akhirat,â pungkasnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi pengukuhan wisudawan dan pemberian penghargaan bagi siswa-santri berprestasi, menandai tuntasnya perjalanan pendidikan mereka di lingkup MAN 3 Sleman. (est)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.