Kemenag Sleman News (Humas)–Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman menggelar rapat koordinasi implementasi program Sleman Religi di jenjang SD dan SMP sebagai bagian dari ikhtiar mewujudkan Sleman yang agamis melalui dunia pendidikan. Rapat ini menekankan penguatan peran penyuluh agama dalam mendukung tugas guru agama di sekolah.
Kepala Kantor Kemenag Sleman menegaskan bahwa program pembinaan keagamaan di sekolah sejatinya telah berjalan sejak lama, yang dulu banyak difokuskan pada Taman Baca Al-Qurâan (TBQ). Namun, pada masa itu tantangan utama yang dihadapi adalah keterbatasan tenaga pengajar. âSaat itu, teman-teman penyuluh hadir menutup kekurangan SDM di sekolah agar fokus TBQ tetap berjalan,â ujarnya.

Ke depan, Kakan Kemenag Sleman menekankan pentingnya komunikasi dan sinergi yang lebih kuat antara penyuluh agama, guru agama, dan pihak sekolah. Menurutnya, peran penyuluh perlu diposisikan secara tepat untuk membantu ketugasan guru agama di sekolah. âSaya ingin ini semakin cepat semakin baik. Di awal tahun sudah ada SK untuk penyuluh beserta ketugasannya, khususnya dalam membantu tugas guru agama di sekolah,â tegasnya.
Ia menyebut, rapat koordinasi ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama agar penugasan penyuluh benar-benar tepat sasaran dan berdampak. Selain itu, aspek legal dan keberlanjutan program juga menjadi perhatian. âSoal landing program ini, kita pikirkan bersama. Apakah perlu perjanjian kerja sama, mohon bisa dibahas,â tambahnya.
Kakan Kemenag Sleman berharap, apa yang menjadi visi dan misi Dinas Pendidikan dapat berjalan seiring dengan program Kemenag, sehingga tercipta simbiosis mutualisme yang saling menguatkan. âSemoga niat kita mewujudkan Sleman agamis melalui Sleman Religi bisa benar-benar terwujud,â katanya.
Sebagai catatan, Kemenag Sleman sebelumnya telah memfasilitasi wisuda TBQ pada tahun 2025. Ia berharap pada tahun 2026, fasilitasi serupa dapat kembali dilaksanakan sebagai bagian dari penguatan ekosistem pendidikan keagamaan di Sleman.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.