Keemenag Sleman News— Semangat baru pasca Idulfitri terasa kental dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) EMIS IMP GTK Madrasah Ibtidaiyah se-Kabupaten Sleman  yang digelar di MI Daarul Ulum Sinar Melati, Senin (20/4/2026).
‎
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menguatkan peran strategis operator EMIS sebagai garda depan penyedia data madrasah yang akurat dan terpercaya.
‎
‎Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, H. Nadhif,  didampingi Plt Kasi Pendidikan Madrasah, Tri Wahyuni, serta Ketua Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI), Susetya.
‎
Seluruh operator EMIS MI se-Kabupaten Sleman tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang sarat penguatan kapasitas ini.
‎
‎Dalam sambutannya, Ketua KKMI, Susetya, menyampaikan apresiasi atas kehadiran para operator EMIS yang disebutnya sebagai elemen penting dalam tata kelola data madrasah. Ia juga mengawali dengan nuansa hangat halal bihalal.
‎
‎“Terima kasih atas kehadiran Bapak/Ibu operator EMIS MI se-Kabupaten Sleman. Selamat Idulfitri, mohon maaf lahir dan batin. Semoga semangat pasca-Ramadan ini menjadi energi baru untuk terus menyajikan data madrasah yang semakin berkualitas ke depan,” ujarnya.
‎
‎Sementara itu, Kakankemenag Sleman, H. Nadhif, memberikan penekanan kuat pada urgensi data sebagai fondasi utama pengambilan kebijakan. Dengan gaya khasnya yang inspiratif, ia menyapa para operator sebagai “pejuang data”.
‎
‎“Selamat kepada para pejuang data di madrasah. Data adalah jantungnya lembaga. Tanpa data, kita akan kesulitan membangun arah kebijakan yang tepat,” tegasnya.
‎
‎Ia juga mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan momentum Idulfitri sebagai refleksi dan evaluasi kinerja, yang dalam istilahnya disebut sebagai wasaringu — waktu untuk segera berbenah dan meningkatkan kualitas.
‎
‎“Energi positif halal bihalal ini semoga menjalar menjadi kinerja terbaik. Mari kita evaluasi dan bergerak lebih cepat. Mencari data itu sulit, tetapi jauh lebih sulit membangun tanpa data,” imbuhnya.
‎
‎Lebih lanjut, Nadhif menegaskan prinsip utama dalam pengelolaan data, yakni validitas dan ketepatan waktu. Ia mendorong seluruh operator untuk terus melakukan pembaruan data secara cepat dan akurat.
‎
‎“Kita ingin Sleman menjadi pelopor gercep dalam penyediaan data di lingkungan Kemenag DIY. Data harus valid dan selalu terbarukan,” pungkasnya.
‎
‎Melalui Bimtek EMIS GTK IMP ini, diharapkan kapasitas operator semakin meningkat, sehingga mampu menghadirkan data yang tidak hanya lengkap, tetapi juga berkualitas tinggi sebagai dasar pengambilan kebijakan yang presisi. Semangat “pejuang data” pun digaungkan sebagai identitas baru yang membanggakan bagi para operator madrasah di Sleman. (Isa)
‎