Kemenag Sleman News â Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman menggelar kegiatan âJoyful Learningâ dan Sosialisasi Ujian MDT bagi perwakilan Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) se-Kabupaten Sleman sebagai upaya penguatan mutu pendidikan pesantren untuk mendukung program Sleman Religi, Kamis (7/5/2026).
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kemenag Sleman, H. Nadhif, didampingi Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren), H. Achmad Fauzi beserta jajaran. Kegiatan berlangsung dalam suasana interaktif dengan pembahasan penguatan sistem pembelajaran kreatif sekaligus kesiapan pelaksanaan ujian MDT.
Kasi PD Pontren, H. Achmad Fauzi, menyampaikan bahwa dari 115 MDT di Sleman, sekitar 50 persen dinilai memungkinkan melaksanakan ujian. Namun demikian, evaluasi pasca ujian sebelumnya menunjukkan masih terdapat sejumlah MDT yang perlu penguatan kesiapan teknis maupun akademik.
âSoal ujian disusun berdasarkan kisi-kisi dari tim Kemenag DIY. Ini menjadi upaya bersama untuk menjaga mutu dan standar pendidikan MDT,â ujarnya.
Sementara itu, Kakankemenag Sleman H. Nadhif menegaskan pentingnya kesiapan lembaga dalam menghadapi transformasi sistem ujian yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi. Menurutnya, pola ujian ke depan perlu diarahkan menuju sistem berbasis komputer atau Computer Based Test(CBT).
âAnak-anak harus mulai beradaptasi dengan ujian berbasis komputer. Tinggal bagaimana kita bersama menyiapkan sarana dan prasarana agar pelaksanaan berjalan baik dan sukses,â ungkap H. Nadhif.
Ia juga menekankan bahwa ujian MDT tidak hanya menjadi alat ukur kemampuan akademik santri, tetapi juga dapat menjadi nilai tambah untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

Dalam kesempatan tersebut, H. Nadhif turut mengajak seluruh elemen MDT dan pesantren untuk berkontribusi aktif dalam menyukseskan program Sleman Religi yang telah diluncurkan Kemenag Sleman. Menurutnya, penguatan pendidikan keagamaan harus berjalan selaras dengan penguatan praktik keislaman di tengah masyarakat.
âKegelisahan kami adalah masjid yang tidak seramai dulu. Melalui Madrasah Diniyah, kami berharap anak-anak tidak hanya memahami teori keislaman, tetapi juga aktif memakmurkan masjid. Inilah semangat Pesantren Mengabdi untuk Sleman Religi,â tandasnya.
Melalui kegiatan ini, Kemenag Sleman menegaskan komitmennya meningkatkan mutu pendidikan pesantren yang adaptif dan berdampak bagi penguatan karakter religius masyarakat. Kolaborasi pemerintah, MDT, dan pesantren diharapkan melahirkan generasi unggul, religius, dan berdaya saing.(isa)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.