
Sleman (MTsN 10 Sleman) Peringatan Israâ Miâraj 1445 H sudah berlalu. Namun, hikmah yang diperoleh tak boleh berlalu begitu saja. Israâ Miâraj tak lepas dari urgensi pelaksanaan perintah shalat 5 waktu yang merupakan kewajiban setiap muslim hingga akhir hayat. Pembahasan tersebut termaktub dalam Peringatan Israâ Miâraj MTsN 10 Sleman , Senin (12/2/2024) . Peringatan diikuti siswa kelas 7,8,9 dan segenap guru pegawai. Bertindak sebagai penceramah Ustaz Ryan Rahardiansyah dengan membahas tajuk  âSemangat Israâ Miâraj Wujudkan Generasi Taat Beribadahâ.

Acara dibuka dengan lantunan salawat oleh grup hadrah MTsN 10 Sleman dan pembacaan ayat suci AlQurâan . Dalam sambutannya, kepala MTsN 10 Sleman Paijo, S.Ag. mengajak siswa dan seluruh jamaah untuk menyimak dan mencatat isi tausiyah Ustaz. âAmalkan ilmu yang didapat dalam kehidupan sehari-hari, âtandas Pak Paijo.
Tausiyah disampaikan dengan gamblang oleh Ustaz Ryan Rahardiansyah. Ia mengulas kembali perjalanan malam Isra Miâraj Rasulullah Muhammad saw . Hanya dengan kuasa Allah, Rasulullah melakukan perjalanan jauh Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa menuju Sidratul Muntaha untuk menerima wahyu salat 5 waktu dalam waktu satu malam. Perjalanan yang sulit dipercaya jika tanpa keimanan. âTidak mudah menanamkan kepercayaan itu, maka beruntunglah kita yang kini menjadi kaum yang mencintai Rasululah, âujar Ustaz Ryan. Selanjutnya, Ryan mengajak jamaah untuk disiplin menegakkan salat 5 waktu sebagai bukti umat Rasulullah. âDirikanlah shalat, di mana pun berada, selagi hidup harus salat, âtandas Ustaz Ryan. âSalat merupakan amal ibadah yang pertama kali dihisab di akhirat nanti, âlanjutnya.
Peringatan Israâ Miâraj berlangsung pukul 07.30 s.d. 09.00. Di penghujung acara, Ustaz Ryan menutupnya dengan lantunan doa yang diaminkan segenap jamaah. (nsw)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.