Kemenag Sleman News-Pondok pesantren terus meneguhkan perannya sebagai pusat pembinaan generasi unggul yang berakar pada kekuatan akhlak dan kedalaman ilmu. Komitmen tersebut tercermin dalam kegiatan Haflah At Tasyakur Li Khotimil Qur’an ke-3 dan Akhirussanah ke-24 Pondok Pesantren Ar Robithoh, Krapyak, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Sabtu (14/2/2026)

Kegiatan ini dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, H. Nadhif, bersama unsur Forkompimda Kabupaten Sleman, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Sleman Makwan, jajaran Forkopim Kapanewon Ngemplak, pengurus MWC NU, para tokoh masyarakat, serta wali santri. Hadir pula pengasuh Pondok Pesantren Kauman Lasem, Rembang, KH Muhammad Zaim Ahmad Ma’shom, yang menyampaikan mauidhoh hasanah.

Kehadiran Kakankemenag Sleman menjadi wujud nyata dukungan Kementerian Agama dalam memperkuat peran pesantren sebagai pusat pembinaan sumber daya manusia unggul dan berkarakter. Momentum khataman Al-Qur’an ini menegaskan keberhasilan pesantren dalam membentuk santri yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh secara spiritual dan moral.

Dalam kesempatan tersebut, H. Nadhif menegaskan komitmen Kementerian Agama dalam memperkuat eksistensi pesantren sebagai pilar pembangunan karakter bangsa.

 â€œKemenag berkomitmen memperkuat pesantren sebagai pusat pembinaan SDM unggul dan berkarakter. Pesantren telah nyata melahirkan generasi Qur’ani yang menjadi kekuatan masa depan bangsa,” tegasnya.

Peran strategis pesantren ini selaras dengan Asta Cita Presiden RI dalam pembangunan SDM unggul dan berkarakter, sekaligus sejalan dengan Asta Protas Kementerian Agama RI dalam penguatan pendidikan keagamaan yang berdampak. Pesantren hadir sebagai ruang pembinaan holistik yang memadukan kecerdasan intelektual dengan kedalaman spiritual secara seimbang.

Sementara itu, dalam tausiyahnya, KH Muhammad Zaim Ahmad Ma’shom menekankan pentingnya keseimbangan antara ilmu dan akhlak dalam pendidikan pesantren. “Ilmu adalah wasilah, sedangkan tujuan utamanya adalah terbentuknya iman dan akhlak. Shohibul Qur’an harus istiqamah membaca dan berakhlak dengan Al-Qur’an,” pesannya.

Melalui haflah dan akhirussanah ini, Pondok Pesantren Ar Robithoh kembali meneguhkan perannya sebagai kawah candradimuka lahirnya generasi Qur’ani yang berilmu, berakhlak, dan siap memberi manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Kehadiran Kementerian Agama menjadi bagian penting dalam menguatkan pesantren sebagai pusat pendidikan karakter yang berdampak dan berkontribusi nyata bagi kemajuan peradaban. (isa)