âKemenag Sleman News âSebanyak 45 peserta yang terdiri dari perwakilan Ketua Badan Kesejahteraan Masjid (BKM), Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sleman, serta para Ketua Takmir Masjid se-Kabupaten Sleman mengikuti kegiatan Revitalisasi Badan Kesejahteraan Masjid yang digelar di Resto Pringsewu, Kamis (9/10/2025).
âKegiatan ini diinisiasi oleh Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kankemenag Sleman sebagai langkah strategis memperkuat peran masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai motor penggerak kesejahteraan dan kepedulian sosial masyarakat.
âTurut hadir Kepala Kantor Kemenag Sleman, H. Nadhif, didampingi Plt. Kasi Bimas Islam, H. Achmad Fauzi, beserta jajaran staf Bimas Islam.
âDalam sambutannya, H. Achmad Fauzi menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas partisipasi aktif seluruh peserta.
ââKegiatan ini bukan hanya menjadi ruang berbagi pengalaman dan silaturahmi, tetapi juga diharapkan melahirkan semangat baru dalam mengelola masjid secara lebih produktif, mandiri, dan membawa kemaslahatan bagi umat,â ujarnya.
âSementara itu, Kepala Kantor Kemenag Sleman, H. Nadhif, dalam arahannya menegaskan pentingnya peran masjid dalam membentuk karakter masyarakat yang religius sekaligus peduli terhadap lingkungan.
â âKita berharap pendidikan karakter tidak hanya tumbuh di ruang kelas, tetapi juga lahir dari ruang-ruang ibadah di masjid. Mari kita hadirkan semangat Ramadan di sepanjang tahun melalui aktivitas keagamaan yang menyejukkan dan memberdayakan,â pesannya.
âLebih lanjut, H. Nadhif mengajak seluruh pengurus masjid untuk menjadi pelopor terwujudnya Ekoteologi Kemenag, yakni gerakan kesadaran spiritual yang berpadu dengan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
ââKonsep ekoteologi ini mengajak kita semua untuk menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan akhlak sekaligus pusat kepedulian lingkungan. Mulai dari pengelolaan sampah, penghijauan, hingga efisiensi energi di lingkungan masjid,â jelasnya.
âDi akhir sambutannya, beliau juga menyampaikan harapan Bupati Sleman agar setiap pendirian pesantren dan rumah ibadah dikaji dengan baik dari sisi tata kelola dan keberlanjutannya.

ââPermohonan Bupati juga sejalan dengan semangat ini â agar sebelum pendirian pesantren, masjid, atau tempat ibadah dilakukan, perlu dikaji secara matang agar tata kelolanya benar-benar berkelanjutan dan membawa manfaat bagi masyarakat,â tambahnya.
Melalui kegiatan ini, Kemenag Sleman menegaskan komitmennya untuk menjadikan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) sebagai pelopor dalam mewujudkan ekoteologi (Isa)
â
â
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.