Kemenag Sleman News â Komitmen Kementerian Agama dalam membangun kesadaran ekologis berbasis nilai-nilai keagamaan terus diperkuat melalui program prioritas Ekoteologi. Komitmen tersebut kembali ditegaskan Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, saat memberikan pembinaan kepada jajaran Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta di Masjid Kampus Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Kamis (4/6/2026).
Kegiatan tersebut diikuti Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY, bersama jajaran pimpinan lainnya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota se-DIY, Kepala KUA, Kepala Madrasah Negeri, civitas akademika UIN Sunan Kalijaga, serta mahasiswa. Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman beserta jajaran untuk menyerap langsung arah kebijakan Menteri Agama terkait penguatan Ekoteologi sebagai salah satu program prioritas Kementerian Agama.
Dalam arahannya, Menteri Agama mengajak seluruh insan Kementerian Agama untuk membangun kesadaran bahwa menjaga kelestarian lingkungan merupakan bagian tak terpisahkan dari pengamalan ajaran agama. Menurutnya, alam semesta adalah tanda-tanda kebesaran Allah yang harus dijaga dan dirawat sebagai amanah kemanusiaan.
Mengutip pemikiran ulama sufi Ibnu Arabi, Menag menjelaskan bahwa alam merupakan manifestasi (tajalli) sifat-sifat Allah yang menjadi sarana manusia mengenal Sang Pencipta. Karena itu, relasi manusia dengan alam tidak hanya bersifat ekologis, tetapi juga memiliki dimensi spiritual dan teologis yang mendalam.
“Alam adalah ayat-ayat Allah yang hidup. Menjaga lingkungan berarti menjaga amanah Tuhan dan merawat ruang kehidupan bagi generasi mendatang,” pesan Menag.

Bagi Kemenag Sleman, penguatan Ekoteologi menjadi spirit penting dalam membangun layanan keagamaan yang berdampak. Nilai-nilai tersebut dapat diimplementasikan melalui berbagai program di madrasah, KUA, rumah ibadah, maupun lingkungan kerja yang mendukung budaya ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman menyambut baik arahan Menteri Agama tersebut. Menurutnya, konsep Ekoteologi selaras dengan upaya Kemenag Sleman dalam menghadirkan pelayanan publik yang tidak hanya unggul dan responsif, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan.
Melalui penguatan pemahaman Ekoteologi, Kemenag Sleman siap mendukung implementasi program prioritas Kementerian Agama dengan mendorong tumbuhnya kesadaran ekologis di lingkungan madrasah, KUA, dan satuan kerja, sehingga nilai-nilai agama dapat diwujudkan secara nyata dalam menjaga harmoni hubungan manusia, alam, dan Sang Pencipta.
Kemenag Sleman telah membumikan konsep ekoteologi melalui program caping, Kemenag Sleman number one
Balas komentar