
Sleman â (MTsN 10 Sleman) Projek Pengutan Profil Pelaajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan Kurikulum Medeka (IKM) memasuki tema “Bangunah Jiwa dan Raganya” . MTsN 10 bekerja sama dengn Puskesmas Ngaglik mengadakan seminar kesehatan mental remaja. Diikuti pesert didik kelas 8, kegiatan tersebut bertempat di masjid MTsN 10 Sleman, Senin (19/2/2024).
Koordinator P5P2RA MTsN 10 Sleman Ika Damayanti, S.Pd. SI dalam sambutannya   memaparkan kesehatan mental pelajar perlu mendapatkan perhatian serius. Kemampuan mengelola emosi menjadi salah satu kunci. âBanyak kasus remaja menyakiti diri sendiri karena tidak dapat menyalurkan emosi dengan tepat, âujar Ika

Kepala Puskesmas Ngaglik 1 drg. Endang Triretno Wulandari mewakilkan Salwa Usrati, M.Psi untuk menyampaikan seminar kesehatan mental remaja. Keseimbangan kesehatan fisik dan mental sangat penting dalam tumbuh kembang anak. Namun, kesehatan jiwa di kalangan pelajar masih sering diabaikan. Padahal, secara global, satu dari tujuh anak berusia 10-19 tahun mengalami gangguan jiwa. Aktivitas di ruang digital sangat berpotensi memengaruhi kesehatan mental remaja.â Tak jarang mereka mengalami perundungan di media sosial. Hal itu kemudian menjadi tekanan psikologis yang membebani mereka, âtandas Salwa.
Selanjutnya, Salwa memberikan tips agar terjaga kesehatan mental yakni seseorang merasa bahagia dan sejahtera; seseorang lebih menerima dirinya sesuai dengan kemampuan dan potensi dirinya ; dan seseorang mampu menyesuaikan dirinya dalam situasi apapun.
Peserta antusias mengikuti jalannya kegiatan. Mereka tak segan mengajukan pertanyaan seputar masalah remaja dan solusinya. Psikolog Salwa cukup terbuka dan membangun dialog dengan peserta serta bersedia dihubungi melalui nomor telepon jika memerlukan konsultasi seputar kehidupan remaja. (nsw)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.